Selasa, 07 Januari 2014

Guru Juga Punya Kekuatan ...!!!


Selalu tanamkan dalam hati Guru Bukan Pekerjaan tp Pengabdian
Seiring dengan pengaruhnya yang begitu besar, profesi guru mempunyai tanggung jawab yang besar pula. Bagaimana jadinya kalau guru mengajarkan suatu konsep yang salah? Bagaimana kalau guru memadamkan semangat siswa? Apakah guru selalu dapat berbicara dengan baik dan benar setiap saat? Guru berhadapan dengan tanggung jawab yang berat.

Guru dituntut untuk menunjukkan kekuatan pribadinya
Para guru dituntut untuk menunjukkan kekuatan pribadinya dan mempraktikkan strategi pengajaran yang  baik di kelas tiap kali mengajar. Kita (sebagai guru) mendekati anak-anak dengan memberikan perintah, dengan menjadi model dan membimbing mereka dengan jiwa dan hati kita. Semua itu dilakukan dengan alat apa pun, sumber yang bermacam-macam, dan dipadu dengan ketrampilan pribadi yang kita miliki. Dalam kondisi yang terbaik, kita menjadi komunikator yang baik sekaligus menjadi pendidik yang mengajar dengan kekuatan dan mutu yang baik.


Salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk bisa melakukan hal-hal tersebut adalah membangkitkan kekuatan pribadi kita.


Keceriaan siswa turut mempengaruhi proses pembelajaran

  1. Kegembiraan. Bila guru menampilkan sikap serta wajah yang ceria, murid-murid juga akan merasakan keceriaan itu dan kelancaran proses pembelajaran akan terjaga. Pada umumnya orang lebih suka berada di sekitar lingkungan yang menunjukan keceriaan, begitu juga dengan para siswa. Disamping itu, guru juga akan mendapatkan keuntungan berupa hemat tenaga, sehat, tenang, serta didukung sikap positif para siswa.
  2. Rasa kasihan yang kuat. Rasa kasihan yang kuat merupakan gabungan dari persahabatan, cinta kebaikan, dan kepahaman bahwa orang lain itu "sedang menderita". Seorang guru yang mempunyai rasa kasihan akan melakukan suatu tindakan untuk "memperbaiki nasib" dan mengajar dengan ketulusan hati. Ketulusan untuk memperhatikan kenyamanan dan kesejahteraan orang lain merupakan salah satu sasaran mutu seorang pendidik.
  3. Empati. Pemahaman dan kepekaan atas situasi siswa akan mengangkat keinginan seorang guru untuk masuk dalam kondisi dan situasi para siswanya. Hal tersebut perlu dilakukan sebelum guru memberi nasihat kepada siswanya.
  4. Toleransi. Toleransi merupakan kemampuan untuk memperhatikan para murid dan melihat mereka sebagaimana adanya serta memperlakukan mereka semua dengan rasa hormat. Toleransi dapat membawa rasa damai dalam hati, mengantarkan pada keberhasilan proses pembelajaran, dan memberikan kesempatan pada siswa untuk memberikan tanggapan yang berbeda
Sebagai seorang guru, kita tentu sadar bahwa kita berada di kelas demi siswa-siswi kita meskipun mereka pun berada di kelas juga karena kita. Mereka percaya kepada kita sebagai pendidik, penasihat, pemimpin, dan juga pemberi ilmu. Untuk itulah kita perlu terus meningkatkan kualitas pribadi dan profesionalitas kita demi masa depan siswa dan masa depan bangsa kita. Billahi fii sabiili al-haq.

Disadur dari: Kathy Paterson. 55 Dilema dalam Pengajaran. Sepuluh solusi terpilih untuk menjawab tantangan di kelas, . Jakarta: Grasindo: 2007 (hal 7-9)

Dicopy dr : fardian-imam.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar